Jumat, 01 Januari 2010

KEPUASAN KERJA karyawan

Kedudukan sumber daya manusia di dalam perusahaan sangat penting. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen sumber daya manusia agar pengelolaan sumber daya manusia dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan. Adapun pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Flippo (1990: 5) adalah:Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian pengupahan, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Faktor penting yang mempengaruhi prestasi kerja adalah motivasi kerja. Motivasi berasal dari kata motive. Motive adalah keadaan dalam diri seseorang yang menimbulkan kekuatan, menggerakkan, mendorong, mengarahkan, motivasi. Menurut Gerungan motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja (Gerungan, 1982: 23). Semakin besar motivasi kerja karyawan semakin tinggi prestasi kerjanya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi kerja adalah faktor yang sangat penting dalam peningkatan prestasi kerja.
Selain ditentukan oleh motivasi kerjanya, prestasi kerja karyawan juga ditentukan oleh kepuasan kerjanya. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka (As’ad, 1994: 133).
Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dari sikap karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan kerjanya. Menurut Handoko (1998: 193):Menjadi kewajiban setiap pemimpin perusahaan untuk menciptakan kepuasan kerja bagi para karyawannya, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat mendorong dan mempengaruhi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan secara langsung akan mempengaruhi prestasi karyawan. Seorang manajer juga dituntut agar memberikan suasana kerja yang baik dan menyenangkan juga jaminan keselamatan kerja sehingga karyawan akan merasa terpuaskan. Menurut As’ad (2000: 102):Kepuasan kerja menjadi menarik untuk diamati karena memberikan manfaat, baik dari segi individu maupun dari segi kepentingan industri. Bagi individu diteliti tentang sebab dan sumber kepuasan kerja, serta usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan kerja individu, sedangkan bagi industri, penelitian dilakukan untuk kepentingan ekonomis, yaitu pengurangan biaya produksi dan peningkatan produksi yang dihasilkan dengan meningkatkan kepuasan kerja.
Salah satu cara yang ditempuh departemen personalia untuk meningkatkan prestasi kerja, adalah melalui pemberian upah berdasarkan sistem insentif. Sistem insentif adalah sistem pemberian upah berdasarkan prestasi kerja karyawan (Simamora, 1998: 629). Tujuan sistem insentif pada hakekatnya adalah untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam berupaya meningkatkan prestasi kerjanya dengan menawarkan perangsang finansial bagi karyawan yang mampu mencapai prestasi kerja tinggi. Menurut Handoko “Bagi mayoritas karyawan, uang masih tetap merupakan motivasi kuat – atau bahkan paling kuat” (Handoko, 1998: 176). Atas dasar itulah diperkirakan pemberlakuan sistem insentif akan mampu membuat karyawan termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perusahaan.
Amico Art & Curio adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi furniture yang mempunyai pasar dalam dan luar negeri. Produk yang diproduksi adalah furniture/meubel repro antik. Macam barang yang diproduksi antara lain meja, kursi, almari, buffet, gebyog dan lain-lain. Data produksi tahun 2000-2001 menunjukkan bahwa produksi perusahaan adalah sebagai berikut:Tabel I.1. Data Produksi PT Amico Art & Curio Tahun 2000-2002
Sumber: Data Produksi PT Amico Art & Curio Tahun, 2001. Produksi perusahaan pada tahun 2000-2001 mengalami penurunan lebih kurang sebesar 5,09%, dan produksi perusahaan pada tahun 2001-2002 mengalami penurunan lebih kurang sebesar 3,95%. Penurunan ini bukan disebabkan karena menurunnya jumlah permintaan perusahaan, akan tetapi karena perusahaan tidak dapat memenuhi jumlah produksi yang diminta disebabkan menurunnya kinerja karyawan perusahaan.Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa karyawan PT Amico mengalami penurunan prestasi kerja. Penurunan prestasi kerja ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, karena akan dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, bahkan kemungkinan yang paling buruk adalah bangkrutnya perusahaan. Oleh karena itu pihak manajemen perlu segera mengantisipasi dengan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Dalam hal ini secara teoritis faktor yang paling berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan adalah faktor kepuasan kerja, motivasi kerja dan sistem insentif. (http://www.skripsi-tesis.com/06/15/pengaruh-kepuasan-kerja-dan-motivasi-kerja-terhadap-prestasi-kerja-karyawan-pada-pt-amico-art-and-curio-semarang-pdf-doc.htm)

Persaingan bisnis antarperusahaan semakin ketat baik di pasar domestik
maupun internasional pada era globalisasi di abad ke-21 ini. Untuk memenuhi kepuasan
pelanggan pada industri jasa, produktivitas sangat penting bagi perusahaan untuk
dikelola dengan baik. Tague mengatakan bahwa kelambatan pertumbuhan produktivitas
disebabklan oleh suatu kegagalan moral organisasi dan merupakan cerminan dari
bagaiman cara manajer dan para pekerja memandang organisasi mereka. Organisasi-
organisasi yang berbagi tanggung jawab secara terbuka dan jujur menuntun industri
mereka ke dalam kualitas dan produktivitas (dalam Timpe, 1999:3).
(http://eprints.ums.ac.id/151/1/EDI_PRASETYO.pdf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar